Capaian Kewirausahaan Alumni: Studi Inkubator Bisnis pada BLUD SMK Negeri di Jakarta Selatan
Main Article Content
Abstract
Penetapan SMK negeri sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberi sekolah keleluasaan mengelola pendapatan unit usaha, tetapi belum diketahui apakah keleluasaan itu melahirkan wirausaha di kalangan alumni. Penelitian ini menelaah inkubator kewirausahaan pada lima SMK negeri berstatus BLUD di Kota Administrasi Jakarta Selatan dan menguji keterkaitan kapasitas keuangan dengan capaian kewirausahaan alumni. Studi kasus kualitatif ini memakai wawancara, Catatan atas Laporan Keuangan 2024, dan penelusuran tamatan 2022–2024 atas 4.187 alumni dengan pembanding 577 SMK se-DKI Jakarta. Rasio pendapatan usaha terhadap belanja berkisar 4,69–29,10% dan tidak dijelaskan oleh lamanya status BLUD. Sekolah dengan rasio tertinggi mencatat proporsi alumni berwirausaha terendah (4,09%), sedangkan sekolah berorientasi kewirausahaan dengan rasio rendah mencatat proporsi tertinggi dan meningkat (20,20%). Di tingkat provinsi, SMK negeri BLUD tidak unggul secara konsisten atas SMK negeri non-BLUD. Indeks kinerja inkubator lima dimensi Bergek dan Norrman bernilai 64,17 (efektif), dengan seleksi peserta dan jejaring industri sebagai dimensi terlemah, dan belanja sekolah belum memuat pos pembiayaan inkubasi. Status BLUD menyediakan fleksibilitas keuangan, tetapi capaian kewirausahaan tampak lebih berkaitan dengan orientasi program. Dengan lima lokus dan tanpa pembanding berpasangan, temuan ini bersifat deskriptif dan menjadi dasar hipotesis, bukan pembuktian sebab-akibat. Direkomendasikan Peraturan Gubernur tentang pembiayaan, tahapan, dan indikator kinerja inkubator; Surat Edaran Gubernur untuk melibatkan industri; pengawasan hasil inkubasi oleh pembina karena Dewan Pengawas belum terbentuk; dan pelatihan bersama Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia.
Designating public vocational high schools (SMK) as Regional Public Service Agencies (BLUD) gives them discretion over business-unit revenue, but whether this discretion produces graduate entrepreneurs is unknown. This study examines entrepreneurship incubators in five BLUD public SMKs in South Jakarta and tests whether financial capacity relates to graduates' entrepreneurship. A qualitative case study used interviews, 2024 financial-statement notes, and 2022–2024 tracer records of 4,187 graduates, benchmarked against 577 Jakarta SMKs. The ratio of business revenue to expenditure ranged from 4.69% to 29.10% and was not explained by the length of BLUD status. The school with the highest ratio had the lowest share of graduate entrepreneurs (4.09%), while a low-ratio school with an explicit entrepreneurial orientation had the highest and rising share (20.20%). Across the province, BLUD-status public SMKs did not consistently outperform non-BLUD ones. The five-dimension Bergek–Norrman index was 64.17 (effective), with tenant selection and industry networking the weakest dimensions, and no budget line funded incubation. BLUD status provides financial flexibility, but entrepreneurial outcomes appear more closely tied to programme orientation. With five cases and no matched comparison, the findings are descriptive and hypothesis-generating, not causal. We recommend a Governor's Regulation on funding, stages and performance indicators for incubators; a Governor's Circular Letter engaging industry; oversight of incubation outcomes by supervising agencies, as no Supervisory Board exists; and training with the Indonesian Association of Widyaiswara Professionals.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskahnya pada jurnal ini setuju dengan beberapa hal berikut ini:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama pada jurnal ini dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan memberikan pengakuan kepengarangan publikasi awal pada jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencatumkan sumber publikasi awal pada jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman naskah pada jurnal ini, karena hal itu dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
References
Almeida, Diogo Costa, Ana Maria Soares, Paulo Afonso dan Luis Pinto Ferreira. 2025. Unraveling the Selection Phase of Business Incubators: Proposal for a Conceptual Model and Future Research Agenda. Sustainability, 17(14): 6255.
Ariyani, Afrida. 2021. Kajian Kemandirian Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Bidang Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19. KEUDA: Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah, 6(1): 88–107.
Badan Pusat Statistik. 2025. Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Agustus 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Bergek, Anna dan Charlotte Norrman. 2008. Incubator Best Practice: A Framework. Technovation, 28(1–2): 20–28.
Breu, Franz dan Dominik K. Kanbach. 2026. Strategy and Business Model Development for Business Incubators: A Systematic Literature Review and Framework. The Journal of Technology Transfer, 51(3): 1933–1964.
Bruneel, Johan, Tiago Ratinho, Bart Clarysse dan Aard Groen. 2012. The Evolution of Business Incubators: Comparing Demand and Supply of Business Incubation Services across Different Incubator Generations. Technovation, 32(2): 110–121.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. 2025. Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi, Disdik DKI Jakarta Gelar Gebyar SMK Expo 2025. Siaran Pers Nomor SP-HMS-10-2025, 30 Oktober 2025. https://www.jakarta.go.id/siaran-pers/6094-SP-HMS-10-2025 (diakses pada tanggal 6 Oktober 2026).
Fithri, Prima, Alizar Hasan, Syafrizal Syafrizal dan Donard Games. 2024. Enhancing Business Incubator Performances from Knowledge-Based Perspectives. Sustainability, 16(15): 6303.
Hood, Christopher. 1991. A Public Management for All Seasons? Public Administration, 69(1): 3–19.
Indramayanti, Vivi Silvi, Enung Hasanah dan Bambang Sudarsono. 2024. Peran Keterlibatan Siswa dalam Implementasi Pembelajaran Teaching Factory terhadap Kesiapan Kerja Siswa di SMKN 1 Jatibarang. Academy of Education Journal, 15(2): 1725–1734.
Kaplan, Robert S. dan David P. Norton. 1996. Linking the Balanced Scorecard to Strategy. California Management Review, 39(1): 53–79.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 2025. Tracer Study Vokasi. https://tracervokasi.kemdikbud.go.id/ (diakses pada tanggal 9 Agustus 2026).
Khurniawan, Arie Wibowo. 2021. Strategi Prioritas Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan Badan Layanan Umum Daerah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1): 93–106.
Lackéus, Martin. 2020. Comparing the Impact of Three Different Experiential Approaches to Entrepreneurship in Education. International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research, 26(5): 937–971.
Mayasari, Betty, Rahmat Mulyanto dan Saryanto. 2025. Teaching Factory Management Strategy to Increase Graduate Absorption at SMK Negeri 1 Godean, Sleman. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(3): 1256–1265.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman dan Johnny Saldaña. 2020. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Edisi ke-4. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Mu'arofah, Alfiyah, Sukarsih, Sudarmiatin dan Rizky Firmansyah. 2024. Analysis of Business Incubators in Vocational High Schools in Building Student Business Start-Ups (Study on Vocational High Schools in Mojokerto Regency). International Journal of Economics, Commerce, and Management, 2(1): 225–233.
Parida, Lis, Sudarwan Danim, Rendy Wikrama Wardana dan Eko Risdianto. 2026. Teaching Factory-Based Entrepreneurship Learning in Vocational High Schools: A Multi-Site Study of School-Industry Collaboration. Berkala Ilmiah Pendidikan, 6(2): 23–42.
Pattanasak, Photchanaphisut, Tanyanuparb Anantana, Boontarika Paphawasit dan Ratapol Wudhikarn. 2022. Critical Factors and Performance Measurement of Business Incubators: A Systematic Literature Review. Sustainability, 14(8): 4610.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.
Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Purnamasari, Niken, Ani Widayati, Umar Yeni Suyanto, Vera Astuti dan Buci Morisson. 2025. Self-Funding in the Era of Vocational Education: Case Study of State Vocational School with BLUD Status. Economic Education and Entrepreneurship Journal, 8(1): 67–77.
Puspita, Ardatila. 2024. Analisis Program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Mewujudkan Layanan Pemerintah Daerah yang Good Corporate Governance (GCG). Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 1(3): 245–259.
Rovita, Dela dan Sohidin. 2024. Adopsi Model Pembelajaran Teaching Factory sebagai Pola Pembelajaran Akuntansi pada Kurikulum Merdeka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3): 2519–2530.
Rusdarti dan Inaya Sari Melati. 2022. Innovation Management of School Cooperative Using Business Incubator Model. Journal of Governance and Regulation, 11(4, special issue): 330–338.
Saputro, Ida Nugroho, Soenarto, Herminarto Sofyan, Maulida Catur Riyanita, Purwita Sari Rebia dan Anggita Listiana. 2021. The Effectiveness of Teaching Factory Implementation in Vocational Education: Case Studies in Indonesia. Universal Journal of Educational Research, 9(11): 1841–1856.
Srimarchea, Desak Widhiatuti dan Tri Noor Aziza. 2021. Penumbuh-kembangan Inovasi melalui Laboratorium Inovasi bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Inovasi, 18(2): 169–177.
Suharyadi, Aris dan Andriana Maharani. 2025. Dinamika Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi. Indonesian Journal of Education and Learning, 8(2): 30–37.
Supriadi, Dede dan Okke Rosmaladewi. 2026. Teaching Factory Management for Entrepreneurial Competency Development. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 5(1): 36–49.
Theodorakopoulos, Nicholas, Nada K. Kakabadse dan Carmel McGowan. 2014. What Matters in Business Incubation? A Literature Review and a Suggestion for Situated Theorising. Journal of Small Business and Enterprise Development, 21(4): 602–622.
Yoana, Ilmiawan Auwalin dan Rumayya. 2024. The Role of Vocational Education on Unemployment in Indonesia. Cogent Education, 11(1): 2340858.
Yuniati, Yuyun, Asti Rizkiana Pramitha, Bambang Sutejo, Moh. Ainul Fais dan Dedy Kunhadi. 2025. Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo. JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia, 10(2): 33–42.
Zohratuddini, Dira, Muhamad Suhardi, Diana Nofia Antari, Amna, Yela Amelia Sansiska dan M. Aufan Nabil. 2025. Kemitraan Sekolah dan Dunia Usaha dan Industri: Strategi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesiapan Kerja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan, 5(1): 35–46.