Evaluasi Implementasi serta Dampak Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasyankes pada Alumni Peserta Angkatan 2024 BBPK Ciloto

  • Nina Hernawati Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto
Keywords: Evaluasi, Perilaku, Dampak, Keselamatan, Kesehatan

Abstract

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan lingkungan kerja yang memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja, pengunjung, maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Fasyankes. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto telah menyelenggarakan Pelatihan K3 di Fasyankes sebanyak dua angkatan pada Tahun 2024. Untuk mengetahui keberhasilan pelatihan dilakukan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) dengan menggunakan pendekatan Kirkpatrick’s Training Evaluation pada level 3 (perilaku) dan level 4 (hasil).  Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan link file dokumentasi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 82 orang terdiri dari alumni peserta pelatihan, rekan kerja, dan atasan alumni. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa alumni telah mengimplementasikan hasil pelatihan K3 dengan baik dan konsisten, dibuktikan dengan nilai mean ≥ 3 pada seluruh penilaian (alumni, rekan kerja, dan atasan). Indikator dengan perilaku sangat baik meliputi pembudayaan PHBS, monitoring APD, kebersihan tangan, dan pengelolaan B3. Aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah ergonomi pengaturan shift kerja, pengukuran faktor lingkungan (pencahayaan, udara, air), serta pengelolaan dan dekontaminasi peralatan medis. Hambatan utama dalam implementasi mencakup keterbatasan sarana prasarana, SDM, dan biaya. Dukungan terhadap penerapan hasil pelatihan tergolong baik hingga tinggi, dengan dukungan terbesar dari pimpinan, kebijakan, dan rekan kerja.  Pelatihan K3 terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi, terutama pada penerapan standar K3 dan dukungan akreditasi, meskipun pembinaan Pos UKK dengan nilai mean 2,79 masih perlu diperkuat.

Health Care Facilities are work environments with various potential hazards that may threaten the safety and health of workers, visitors, and surrounding communities. Strengthening the capacity of health personnel in implementing Occupational Safety and Health (OSH) is therefore essential. In 2024, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto conducted two batches of OSH Training in Health Care Facilities. To assess training effectiveness, a Post-Training Evaluation was carried out using Kirkpatrick’s model at level 3 (behavior) and level 4 (results). The evaluation applied quantitative descriptive methods using questionnaires and documentation links. A total of 82 respondents participated, consisting of alumni, coworkers, and supervisors. Results indicate that alumni have implemented OSH training outcomes effectively, reflected by mean scores ≥ 3 across all respondent groups. Indicators showing very good performance include membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), PPE monitoring, hand hygiene, and hazardous material (B3) management. Areas requiring improvement include work ergonomics, environmental factor measurements (lighting, air, and water), and the management and decontamination of medical equipment. Main barriers to implementation involve limitations in infrastructure, human resources, and funding. Support for applying the training outcomes is categorized as good to high, with the strongest support from leadership, policies, and coworkers. The training positively contributes to organizational performance, particularly in OSH standard implementation and accreditation support. However, the development of Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK), with a mean score of 2.79, still requires strengthening.

References

Burke, M. J., Sarpy, S. A., Tesluk, P. E., & Smith-Crowe, K. 2006. General safety performance: A test of a grounded theoretical model. Personnel Psychology, 59(2), 429–457.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
Field, A. (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (4th ed.). SAGE Publications.
Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). SAGE Publications.
Gliem, J. A., & Gliem, R. R. (2003). Calculating, interpreting, and reporting Cronbach’s Alpha reliability coefficient for Likert-type scales. Midwest Research-to-Practice Conference in Adult, Continuing, and Community Education.
Goetsch, D. L. (2019). Occupational safety and health for technologists, engineers, and managers (9th ed.). Pearson
International Labour Organization. 2001. Guidelines on occupational safety and health management systems (ILO-OSH 2001). International Labour Office.
Kemenkes RI. (2019). Kurikulum dan modul pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pedoman evaluasi program pendidikan dan pelatihan. Pusdiklat Kemdiknas.
Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. 2006. Evaluating training programs: The four levels (3rd ed.). Berrett-Koehler Publishers.
Kirkpatrick, D., & Kirkpatrick, J. 2016. Kirkpatrick’s four levels of training evaluation. ATD Press.
Kothari, C. R. (2004). Research methodology: Methods and techniques. New Age International.
Lestari, W., et al. 2021. Implementasi K3 di fasilitas kesehatan dan faktor yang mempengaruhi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. 2014. Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Neal, A., & Griffin, M. A. (2004). Safety climate and safety behaviour. Australian Journal of Management, 29(1_suppl), 67–75.
Nurhikmah, S., Putra, R., & Lestari, D. (2022). Pengaruh budaya kerja dan dukungan pimpinan terhadap penerapan hasil pelatihan K3 di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 120–131
Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). McGraw-Hil
OSHA. 2023. Guidelines for workplace ergonomics and industrial hygiene. U.S. Department of Labor.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
Rahmawati, N., et al. 2020. Efektivitas pelatihan K3 terhadap peningkatan kepatuhan K3 di puskesmas. Journal of Public Health Studies, 15.
Reason, J. 2016. Managing the risks of organizational accidents. Routledge.
Riduwan. 2015. Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.
Sari, M., & Andini, R. 2022. Faktor yang mempengaruhi perilaku K3 tenaga kesehatan. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(3).
Sekaran, U., & Bougie, R. 2016. Research methods for business: A skill-building approach. Wiley.
Sihombing, D. (2020). Hubungan pelatihan dengan kinerja tenaga kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan, 8(1).
Sri Ratna. 2016. Evaluasi program pasca diklat. Lembaga Administrasi Negara.
Sudjana, N. (2005). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2017. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sullivan, G. M., & Artino, A. R. 2013. Analyzing and interpreting data from Likert-type scales. Journal of Graduate Medical Education, 5(4), 541–542.
Sutrisna, E., & Suryani, D. 2021. Penerapan K3 di puskesmas dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(2), 102–110.
Widodo, A., & Sutrisno, S. 2020. Pengaruh pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap peningkatan kompetensi dan perilaku kerja karyawan. Jurnal K3 Indonesia, 5(2), 101–112.
Wijayanti, D., & Prasetyo, A. 2021. Tantangan penerapan ergonomi di fasilitas kesehatan. Indonesian Journal of Occupational Health, 12.
Yaghoubi, N. M., & Dahmardeh, M. R. 2010. Analytical approach to effective factors on organizational agility. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 1(1), 76–87.
https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.2006.00045.x
Published
2025-12-17
How to Cite
Nina Hernawati. (2025). Evaluasi Implementasi serta Dampak Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasyankes pada Alumni Peserta Angkatan 2024 BBPK Ciloto . Jurnal Widyaiswara Indonesia , 5(04), 5-17. https://doi.org/10.56259/jwi.v5i04.334
Section
Artikel Riset (Research Paper)